IPM Bulukumba Meningkat

Mulyadi_ganie , 17 Mei 2017

Tomy : Trendnya Cukup Baik Tapi Belum Membanggakan

 

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bulukumba tahun 2016 mencapai 66,46 persen atau meningkat sekitar 1,34 persen dari tahun 2015 sebesar 65,58 persen. Jika melihat data capaian IPM Bulukumba tahun 2012 sampai 2016, grafiknya mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Namun, capaian tersebut masih berada di bawah capaian Provinsi Sulawesi Selatan dan Nasional.

IPM adalah indikator untuk mengukur kualitas (derajat perkembangan manusia) dari hasil pembangunan pada bidang Pendidikan, Kesehatan, dan ekonomi. Peningkatan IPM menjadi manifestasi dari pembangunan manusia yang ditafsirkan sebagai sebuah keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kemampuan memperluas pilihan – pilihan (enlarging the choice of the people) pada sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

Kepala Bappeda A Syafrul Patunru menuturkan bahwa 3 sektor (pendidikan, kesehatan, dan ekonomi) yang menjadi indikator IPM dapat diartikan sebagai suatu kapabilitas dasar yang menjadi modal pemerintah daerah dalam melakukan akselerasi pembangunan di berbagai sektor.

“Yang menjadi catatan penting pada tahun 2016 adalah peningkatan Pertumbuhan IPM tahun 2015 yang hanya 0,52 pada tahun 2015 menjadi  1,34 pada tahun 2016 atau peringkat 3 tercepat atau tertinggi dalam hal pertumbuhan IPM di Sulawesi Selatan” ungkap Syafrul Patunru pada Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) di aula Bappeda, Rabu (17/5).

Lebih lanjut dikatakannya, jika diperbandingkan dengan capaian dari kab/kota se Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Bulukumba berada pada posisi 17 dari 24 kab/kota. Indikator yang digunakan untuk  menentukan IPM adalah Angka Harapan Hidup (66,84 Tahun), Harapan Lama Sekolah (12,64 tahun), Rata-Rata Lama Sekolah (6,86 tahun) dan Pengeluaran Per kapita per tahun (10.040 Juta). Adapun data terakhir angka kemiskinan tahun 2015 yang by name by adress, tambah Syafrul adalah sebesar 127.516 jiwa.

Menurutnya salah satu hal yang mendasar yang perlu dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam penanggulangan kemiskinan adalah mendorong perencanaan program dan kegiatan dari setiap OPD teknis berdasarkan data yang valid dan seragam, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Pengentasan Kemiskinan adalah ibarat mengurai benang kusut, dengan berbagai kompleksitas permasalahannya. Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab 1 atau 2 OPD, melainkan menjadi tanggung jawab bersama. Dibutuhkan komitmen penuh dan kerja cerdas oleh semua pihak yang terkait, dalam upaya penanggulangan kemiskinan”tuturnya saat memberikan pengantar pada rapat tersebut.

Adapun Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto yang ikut hadir dalam rapat tersebut menyebut trend IPM itu cukup baik, tapi itu belum membanggakan. Alasannya Bulukumba masih menempati urutan ke 17 dari 24  kabupaten kota. Dikatakannya tiga indikator yang menjadi penilaian IPM harus menjadi perhatian dan pencermatan dari unit kerja terkait.

“Cari dan analisis itu datanya kenapa bisa turun atau naik, program kegiatan harus terukur dan by desain. dalam bekerja tidak boleh seperti air mengalir saja,” pintanya. Terkait dengan indikator di bidang pendidikan atau angka putus sekolah, Dinas Pendidikan kata Tomy harus memiliki data berapa anak yang lanjut dan tidak lanjut sekolah.

“Di televisi kita melihat burung liar saja bisa di tagging untuk dipantau keberadaannya, masa anak sekolah tidak diketahui kemana setelah mereka tamat SD, SMP maupun SMA” sindir Tomy Satria Yulianto.

Begitu pula pada indikator angka harapan hidup, dikatakannya mengapa pihaknya sangat konsen pada pemberantasan narkoba karena itu berdampak pada kematian generasi muda, begitu pula perhatian pada persalinan dan homecare yang harus dilakukan oleh puskesmas. Dalam penanggulangan kemiskinan, Tomy berharap OPD tidak mengandalkan program-program bantuan dari pusat, namun bagaimana OPD mendesain sendiri program kegiatannya yang menyentuh langsung masyarakat agar hidup lebih baik.(A3)

Artikel Lainnya :

Bulukumba Tuan Rumah LK II HMI Tingkat Nasional Diikuti 80 Peserta

  Diikuti 80 Peserta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bulukumba menggelar Latihan Kader II (Intermediate Training) Tingkat Nasional. LK II yang berlangsung mulai 24 November sampai 2 Desember ini dibuka oleh Wakil Bupati Tomy Satria...

Dua Kampung dari Kaltim Belajar di Bulukumba

  Pemerintah Kabupaten Bulukumba menerima Kunjungan Belajar Terpadu dari Provinsi Kalimantan Timur. Rombongan yang berjumlah 24 orang berasal dari dua desa atau kampung, yaitu dari Kampung Pegat Batumbuk dan Kampung Teluk Semanting Kabupaten...

Bulukumba Pimpin Raihan Medali di Porseni PGRI IV Lutim

  Memasuki hari ketiga, kontingen Kabupaten Bulukumba berhasil memimpin sementara jumlah raihan medali pada pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) IV tingkat se-provinsi Sulawesi Selatan yang...

Tari Gori Asal Kajang Dipentaskan di Luwu Timur

  Penampilan Tari Gori asal Kajang, Kabupaten Bulukumba berhasil memukau para penonton dan juri di lomba tari tunggal pada lanjutan gelaran Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Malili, Kabupaten Luwu...