Jumlah penduduk Kabupaten Bulukumba pada tahun 2024 tercatat sebanyak 480.672 jiwa, terdiri dari 235.138 laki-laki dan 245.534 perempuan. Komposisi ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki, dengan sex ratio berada di bawah angka 100, yang berarti terdapat kurang dari 100 laki-laki pada setiap 100 perempuan. Kondisi ini relatif konsisten dengan pola demografi Kabupaten Bulukumba dalam beberapa tahun terakhir. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah penduduk mengalami peningkatan yang menunjukkan dinamika pertumbuhan yang stabil. Berdasarkan data laju pertumbuhan penduduk tahun 2020–2024, Kabupaten Bulukumba mencatat pertumbuhan sebesar 2,17 persen per tahun. Beberapa kecamatan memiliki pertumbuhan yang lebih tinggi, seperti Gantarang (2,56 persen), Herlang (2,47 persen), dan Bonto Tiro (2,11 persen). Peningkatan jumlah penduduk ini menjadi indikator bertambahnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, perumahan, dan lapangan kerja. Dari sisi persebaran wilayah, Kecamatan Gantarang merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar yaitu 89.990 jiwa, diikuti Bulukumpa (57.456 jiwa) dan Ujung Bulu (52.290 jiwa). Sementara itu, kecamatan dengan jumlah penduduk lebih kecil antara lain Bonto Tiro dan Herlang. Persebaran ini menunjukkan variasi distribusi penduduk yang berimplikasi terhadap perencanaan dan pemerataan pembangunan, terutama penyediaan fasilitas publik dan infrastruktur.

     Selain dari jumlah penduduk, struktur kepadatan penduduk turut menggambarkan tekanan penduduk terhadap ruang wilayah. Secara keseluruhan, Kabupaten Bulukumba memiliki kepadatan penduduk rata-rata sebesar 408,90 jiwa per km². Namun, kepadatan ini sangat bervariasi antar kecamatan. Kecamatan Ujung Bulu merupakan wilayah dengan kepadatan tertinggi, mencapai 3.574,16 jiwa per km², mencerminkan posisi kecamatan ini sebagai pusat aktivitas pemerintahan, perdagangan, dan jasa. Disusul oleh Kecamatan Ujung Loe yang memiliki kepadatan 354,68 jiwa per km² serta Bonto Bahari dengan 270,50 jiwa per km² yang juga merupakan wilayah padat karena aktivitas perikanan dan pariwisata. Sebaliknya, Kecamatan Kindang memiliki kepadatan terendah yaitu 238,17 jiwa per km², sejalan dengan kondisi wilayahnya yang lebih luas dengan sebaran penduduk yang tidak sepadat kecamatan lainnya. Variasi kepadatan ini memberikan gambaran penting bagi pemerintah dalam pengelolaan tata ruang, pemerataan pembangunan, serta penentuan prioritas penyediaan infrastruktur dan layanan publik.

     Dari perspektif kelompok umur, struktur penduduk Kabupaten Bulukumba tahun 2024 menunjukkan bahwa penduduk usia muda (0–14 tahun) berjumlah 103.632 jiwa, penduduk usia produktif (15–64 tahun) sebanyak 336.768 jiwa, sementara penduduk usia tua (65 tahun ke atas) mencapai 43.800 jiwa. Komposisi ini menggambarkan bahwa Kabupaten Bulukumba memiliki proporsi penduduk produktif yang cukup dominan, sehingga berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap pembangunan daerah apabila dikelola dengan baik. Berdasarkan struktur umur tersebut, angka rasio ketergantungan penduduk pada tahun 2024 tercatat sebesar 43,78 persen. Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 44 penduduk usia tidak produktif (usia muda dan lansia). Secara rinci, rasio ketergantungan muda berada pada angka 30,77 persen, sedangkan rasio ketergantungan tua sebesar 13,01 persen. Hal ini menunjukkan bahwa beban ketergantungan Kabupaten Bulukumba didominasi oleh kelompok usia muda, yang tentunya membutuhkan perhatian besar terutama terkait pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang anak. Pada tingkat kecamatan, terdapat perbedaan beban ketergantungan antarwilayah. Kecamatan Bonto Tiro memiliki rasio ketergantungan tertinggi (47,65 persen), disusul Ujung Bulu (45,08 persen) dan Ujung Loe (44,67 persen). Sementara Kecamatan Kindang (41,12 persen) dan Gantarang (42,22 persen) termasuk yang memiliki beban ketergantungan lebih rendah. Perbedaan ini mencerminkan kebutuhan pelayanan publik yang berbeda antara satu kecamatan dengan kecamatan lain, baik dari sisi pendidikan, kesehatan maupun kesejahteraan sosial.

     Secara keseluruhan, kondisi kependudukan Kabupaten Bulukumba tahun 2024 menunjukkan adanya peluang demografi melalui dominasi usia produktif yang cukup besar. Namun, untuk meningkatkan manfaat dari kondisi ini, pemerintah daerah perlu terus memperkuat kebijakan pembangunan sumber daya manusia, menciptakan lapangan kerja yang memadai, serta meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya bagi usia muda dan lansia. Dengan perencanaan yang tepat, struktur kependudukan ini dapat menjadi modal utama dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bulukumba yang inklusif dan berkelanjutan.

     Perkembangan penduduk setia tahunnya semakin meningkat, dimana pada tahun 2022 terdapat penduduk sebanyak 443.292 jiwa, kemudian meningkat pada tahun 2024 menjadi sebanyak 480.672 jiwa.

This site uses cookies. By continuing to browse the site you are agreeing to our use of cookies Find out more here