Gerakan Pelayanan KB di Kampung KB

Mulyadi_ganie , 05 September 2019

 

Kegiatan kampung KB haruslah mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Adalah Gerakan Melayani (GEMA) di Rumah Dataku KB menjadi sebuah terobosan yang mendekatkan pelayanan KB kepada masyarakat.
Selama ini, pelayanan KB lazimnya dilaksanakan di klinik KB atau sarana pelayanan KB di tingkat Sarana Layanan Kesehatan.

Kali ini Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana melakukan terobosan melalui kegiatan pelayanan KB di Kampung Kb.
Kegiatan yang terbilang baru ini dilaksanakan di Sekretariat Kampung KB Desa Bululohe, Kec. Rilau Ale, Kab. Bulukumba, Kamis, 5 September 2019. Kegiatan ini dipantau langsung Bidang KB/KR Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan.


Kegiatan pelayanan dilaksanakan dalam bentuk pelayanan KB MKJP momentum Bulan Khakti Bhayangkara-KB-Kes.
Kegiatan dihadiri unsur Polri, TNI dan segenap unsur Pemerintah Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba dan masyarakat kampung KB Desa Bululohe.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Bulukumba, Abdul Khalik Rauf sangat mengapresiasi implementasi Proyek Perubahan yang dilaksanakan oleh Arnie Asrieb Kabid KB DPPKB Kab. Bulukumba di Kampung KB ini.


Abdul Khalik Rauf berharap agar dalam jangka panjang, semua Rumah Dataku di Kampung KB yang ada di seluruh wilayah Bulukumba menjadi tempat pelayanan KIE KB dan Pelayanan Kontrasepsi KB.

"Tentunya inovasi proyek perubahan ini dilakukan untuk mendekatkan pelayanan KB di Kampung KB sehingga meningkatkan jumlah pengguna kontrasepsi KB metode jangka panjang (MKJP)," katanya.
Kuantitas peserta KB sebenarnya menurut mantan Sekretaris Dishub Bulukumba ini sudah banyak, cuma pengguna kontrasepsi KB metode jangka panjang masih kurang. Sehingga hal tersebut belum bisa dikatakan berkualitas. Mereka yang memakai metode kontrasepsi jangka pendek, muda drop out, jadi kemungkinan untuk berhenti ber-KB dan hamil yang tidak direncanakan masih besar jumlahnya.

Jadi harapannya, masyarakat kita bisa menggunakan kontrasepsi jangka panjang yang memungkinkan masyarakat kita menjadi akseptor aktif dengan jangka waktu tiga tahun keatas.

 

Selain menyoroti pelayanan kontrasepsi di Kampung KB, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bulukumba ini memberikan gambaran tentang pola asuh dan tumbuh kembang anak melalui program Bina Keluarga Balita, dan upaya memproteksi remaja dari hal-hal yang tidak bermanfaat melalui Bina Keluarga Remaja serta upaya mewujudkan Lansia Tangguh melalui Program Bina Keluarga Lansia.

Sementara itu, Wardihan Kabid KB/KR BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan yang memantau langsung kegiatan implementasi proyek perubahan Kepala Bidang KB Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Bulukumba itu memaparkan dan memberikan pemahaman kepada masyarakat kampung KB tentang jenis kontrasepsi dan kelebihan dari berbagai jenis kontrasepsi yang ada.

"Kita perlu memahami jenis kontrasepsi hormonal atau obat seperti pil kb, suntik KB dan Implan/susuk KB. Ada beberapa orang kurang cocok dengan jenis kontrasepsi ini, sehingga harus menggunakan kontrasepsi berupa alat seperti IUD atau Spiral dan Kondom. Penggunaan metode operasi pria MOP yang lazim disebut Pasektomi dan Metode operasi wanita (MOW,) atau lazim disebut tubektomi juga harus dipahami," kata Wardihan.

Kabid KB/KR BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan itu juga memotivasi masyarakat untuk ber-KB. Selain itu, dia berharap agar urusan KB bukan hanya menjadi urusan Ibu rumah tangga, tetapi juga urusan suami, mengingat ada kontrasepsi Kondom maupun Pasektomi. Harapannya adalah, jika istri tidak bisa ber-KB dengan alasan kesehatan, maka seharusnya yang ber-KB adalah suami.

Sementara itu Arnie Asrieb Kabid KB DPPKB Bulukumba yang menggagas inovasi proyek perubahannya dalam Latpim III Lembaga Administrasi Negara (LAN) mengatakan, ide inovasi ini dimaksudkan untuk mendekatkan pelayanan KB kepada masyarakat kampung KB, sehingga tidak perlu lagi ke Puskesmas atau Klinik KB.
Selain itu, inovasi ini dilakukan untuk meningkatkan jumlah peserta KB baru dan peserta KB aktif dengan kualitas yang lebih baik.

Dalam kegiatan pelayanan KB di Rumah Dataku Kampung KB Desa Bululohe, Camat Rilau Ale Andi Mulyadi Pangki menyatakan bahwa inovasi yang dilakukan oleh Kepala Bidang KB Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bulukumba itu sebagai bentuk sinergi Pemerintah Kecamatan dengan segenap unsur Organisasi Perangkat Daerah.(Muhajir Ganie/DPPKB).

Artikel Lainnya :

Tutup Festival Pinisi, Gubernur : Sektor Pariwisata Dorong Sektor Lain Ikut Bergerak

  Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah kembali mengunjungi Kabupaten Bulukumba. Kehadiran Gubernur untuk mengikuti seremoni penutupan Festival Pinisi ke 10 yang dipusatkan kawasan wisata pantai Tanjung Bira, Sabtu (14/9) malam. Ribuan...

Yuk Saksikan Makassar Biennale MB- Bulukumba

  Mulai Digelar 16-22 September Usai perhelatan Festival Pinisi nantinya. Warga daerah berjuluk Butta Panrita Lopi ini akan disuguhkan kegiatan seni budaya yang dilaksanakan oleh Makassar Biennale (MB) Capter Bulukumba di Tarungku Toa atau...

Karnaval Pakaian Hitam Tembus 22 Ribu Orang

  Bupati Ajak Mendoakan Prof BJ Habibie Karnaval Pakaian Hitam yang menjadi rangkaian dari Festival Pinisi ke-10 tahun 2019 membludak memenuhi jalan-jalan protokol di Kota Bulukumba. Masyarakat dengan pakaian hitam dengan berbagai varian...

Ribuan orang di Seremoni Pembukaan Festival Pinisi ke 10

  Ribuan orang memadati lapangan Pemuda Kabupaten Bulukumba untuk mengikuti seremoni pembukaan Festival Pinisi ke 10 tahun 2019. Event yang sejak tahun lalu masuk pada 100 Wonderful Events Kementerian Pariwisata RI ini dibuka oleh Koordinator...