Tahun 2020, Tiga Desa Diusul Menjadi Desa Wisata Nusantara

Mulyadi_ganie , 14 Agustus 2019

 

Jakarta,- Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali akan mengusulkan tiga desa di Bulukumba untuk menjadi Desa Wisata Nusantara pada tahun 2020 mendatang. Hal ini disampaikan usai menghadiri Launching Festival Desa Wisata Nusantara tahun 2019 yang dilaksanakan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa 13 Agustus 2019.

Launching yang dihadiri oleh para Gubernur, Bupati, Kepala Dinas PMD dan Pariwisata se Indonesia ini dilakukan oleh Menteri Desa PDT Eko Putro Sanjojo. Desa Wisata Nusantara merupakan kebijakan pemerintah pusat guna terwujudnya pemanfaatan dana desa yang tepat guna dan sasaran.

 

Tahun 2019 ini Kementerian Desa PDT telah menetapkan 2.764 Desa Wisata. Dari jumlah tersebut, sebanyak 157 desa telah dikembangkan lagi menjadi Desa Wisata berstandar internasional.

Festival Desa Wisata bertujuan untuk Mewujudkan Desa yang Maju, Mandiri dan Berdaulat, Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Peningkatan Kualitas Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa, dan Peningkatan Kesempatan Kerja Masyarakat Desa.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Eko Putro Sanjojo menyampaikan ucapan terima kasih kepada para mitra Kementerian, para Gubernur dan Bupati yang telah membantu keberhasilan pelaksanaan program di daerah masing-masing, terutama melalui dana desa. Walhasil target RPJM Kementerian Desa PDT dan Transmigrasi telah melampaui target yang telah ditentukan.

 

Dalam sambutannya, Eko Putro Sanjojo juga mohon pamit di hadapan para Gubernur dan Bupati karena masa jabatannya sudah hampir berakhir. Ia menginformasikan jika tahun depan jumlah dana desa akan semakin besar guna pemerataan pembangunan di desa.

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali yang didampingi Kadis PMD A. Roslinda dan Sekretaris Dinas Pariwisata A. Mattampawali menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Desa atas capaian target kementerian yang dinilai sukses melaksanakan program pembangunan di sektor perdesaan.

"Cepatnya pembangunan infrastruktur serta percepatan penurunan kemiskinan di desa disebabkan karena besarnya perhatian pemerintah pusat ke daerah," ujarnya

Sukri berharap, mulai tahun 2020 pemerintah pusat bisa fokus pada sektor lainnya yaitu pada sektor pemberdayaan ekonomi dan masyarakat desa karena melihat potensi BUMDes sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di desa.

"Tahun ini kita mengusulkan 3 Desa, yaitu Desa Kahayya Kecamatan Kindang, Desa Bira dan Darubiah Kecamatan Bonto Bahari untuk menjadi Desa Wisata," ungkapnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan Desa Wisata, semua stakeholder harus terlibat aktif, dan buat perencanaan yang matang. Tidak boleh ada ego sektoral sehingga terkesan OPD jalan sendiri-sendiri.(A3/Humas)

Artikel Lainnya :

Cegah Stunting, Dinkes Gelar Workshop Konvergensi

Bulukumba,-  Saat ini isu stunting menjadi prioritas pemerintah dalam  pembangunan kesehatan. Indonesia adalah negara ke-5 dengan jumlah balita tertinggi mengalami stunting. Kabupaten Bulukumba sendiri per Oktober 2019 memiliki anak balita...

Bulukumba Kembali Terima Penghargaan Kabupaten Peduli HAM

Bandung, - Kabupaten Bulukumba kembali meraih penghargaan sebagai Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia (HAM) pada puncak Peringatan Hari HAM Sedunia ke 71 yang dilaksanakan di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jawa Barat. Selasa, 10...

Setelah Mediasi, Hulu Sappayya Na’na Jadi Induk Air PDAM

Bulukumba- Penolakan warga Na’na Kelurahan Borong Rappoa Kecamatan Kindang terhadap proyek pengembangan Sistem Pengelolaan Air Minum PDAM telah mendapatkan titik temu dan solusi penyelesaian setelah dilakukan mediasi langsung antar pihak....

Angka Kemiskinan Kabupaten Bulukumba Menurun

Makassar- Upaya Pemerintah Kabupaten Bulukumba dalam pengentasan kemiskinan menunjukkan angka yang positif. Sesuai data Persentase Penduduk Miskin Kabupaten Kota Tahun 2019 dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, angka kemiskinan...