Mahasiswa Unhas Studi Lapang Kebijakan Pertanahan di Kajang

Mulyadi_ganie , 11 Mei 2018

 

Sebanyak 46 mahasiswa Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar melaksanakan Studi Lapang kebijakan pertanahan tanah adat di Desa Tanah Toa, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba.

Rombongan yang dipimpin Muh. Imran diterima Asisten Administrasi Pemerintahan, Andi Nurdiana didampingi Kabag Pemerintahan, Thaiyeb Manangkasi di Ruang Pola Kantor Bupati, Jumat, 11 Mei 2018.

Dalam sambutannya, Andi Nurdiana mengatakan, Pemkab Bulukumba merasa bangga atas studi lapang yang mengambil lokasi di Kajang. Menurutnya, memilih Bulukumba sudah tepat karena memiliki demografi lengkap, mulai dari pesisir pantai, daratan dan pegunungan, sehingga tentunya semua Sumber Daya Alam yang menjadi penunjang dan penopang pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Terkhusus Bulukumba memiliki tanah adat yang terus dilestarikan dan diberdayakan masyarakat adat Tanah Toa, Kajang.

"Pemerintah sangat mengapresiasi pelaksanaan studi lapang ini karena para mahasiswa dapat mempelajari segala aspek terkait kondisi alam Kabupaten Bulukumba, khususnya di bidang Pertanahan," ungkapnya.

Salah satu capaian yang telah dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah Kabupaten Bulukumba, lanjutnya, pengakuan penuh dari negara terhadap hutan adat masyarakat di Kajang melalui Surat Keputusan Presiden RI. Surat Keputusan tersebut sangat penting untuk hutan adat Kajang, sebab sebelumnya status hutan tersebut kategori Hutan Negara atau Hutan Produksi Terbatas yang luasnya sekitar 313,99 hektare.

Sebelum SK Presiden tersebut terbit, masyarakat bersama pemerintah daerah dan DPRD telah menggodok dan menetapkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pengukuhan, Pengakuan Hak dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat Ammatoa Kajang.

Dosen pendamping, Muh. Imran mengatakan Studi lapang di bidang pertanahan, menyangkut tentang tanah adat. Rombongannya akan melakukan diskusi dengan pemangku adat terkait koordinasi antara masyarakat adat dan pemerintah.

Imran tak lupa mengingatkan mahasiswa untuk mematuhi aturan adat yang ada di Kajang selama melakukan studi lapang. Ia mengarahkan mahasiwa untuk menanggalkan jas almamaternya yang berwarna merah itu sebelum memasuki tanah adat.

Ketua Panitia, Andi Hasbi Ashshiddiq mengatakan, Kajang dipilih dari berbagai opsi studi lapang yang diusulkan, seperti Bali, Sulawesi Barat, Kendari, dan Kabupaten Kepulauan Selayar.

Kunjungan akan dilaksanakan selama tiga hari dengan agenda kunjungan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bulukumba, Pemerintah Bulukumba, serta ke lokasi adat yang dipilih.

"Kami sudah diskusi tadi pagi (Jumat) dengan pertanahan, sudah berkunjung ke rujab Wakil Bupati Bulukumba, dan melapor hari ini. Selanjutnya ke Kajang," jelas mahasiswa asal Kassi Kajang itu.(A3)

Artikel Lainnya :

Bupati Kukuhkan Paskibraka HUT Kemerdekaan RI ke 73

  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang akan bertugas pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 73 tahun 2018 di Lapangan Pemuda pada tanggal 17 Agustus nanti sudah dikukuhkan oleh Bupati Bulukumba melalui upacara pengukuhan, Rabu...

Kenalkan Potensi Wisata Melalui Pidato Bahasa Inggris

  Bukan hanya mengajarkan Bahasa Inggris, tapi Rumah Belajar Bersama (RBB) juga melatih anak-anak Bira untuk mahir berpidato menggunakan Bahasa Inggris. Seperti dua pekan terakhir, Kelas Bahasa Inggris yang dicetus Dinas Pariwisata Bulukumba...

Bupati Silaturrahmi dengan Para Veteran dan Unsur Korban 40 Ribu Jiwa

  Seperti tahun-tahun sebelumnya, dalam menyongsong HUT Kemerdekaan RI, Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Sosial melaksanakan silaturrahim dengan para veteran, janda Veteran, unsur Korban 40 Ribu Jiwa , pejuang perintis...

Karnaval TK Berlangsung Semarak

  Pelaksanaan karnaval dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke 73 tahun 2018 berlangsung semarak. Masyarakat terlihat antusiasme melihat devile karnaval yang diperagakan oleh anak Taman Kanak-Kanak...