Yuk Saksikan Makassar Biennale MB- Bulukumba

Mulyadi_ganie , 12 September 2019

 

Mulai Digelar 16-22 September

Usai perhelatan Festival Pinisi nantinya. Warga daerah berjuluk Butta Panrita Lopi ini akan disuguhkan kegiatan seni budaya yang dilaksanakan oleh Makassar Biennale (MB) Capter Bulukumba di Tarungku Toa atau Rumah Penjara di Jalan Jendral Sudirman, depan Kantor Lantas Polres Bulukumba.

Bulukumba berperan kedua kalinya pada ajang pameran seni rupa skala internasional yang dilaksanakan sekali dalam dua tahun ini. Pada tahun 2017 yang lalu, senimannya hanya residensi di Bulukumba tapi acaranya dipusatkan di Kota Makassar, namun pada tahun ini, residensi dan acaranya dilaksanakan di Bulukumba.

Direktur Yayasan Makassar Biennale, Anwar Jimpe Rachman, mengatakan, event tersebut mengusung tema Maritim: Migrasi, Sungai, Kuliner. Dari hasil koordinasi dengan tim Bulukumba, perkembangan kesiapan pelaksanaan kegiatan yang tinggal menghitung hari sudah cukup baik, meskipun hampir sebagian besar dalam tim baru pertama kalinya terlibat dalam biennale. Residensi tim Bulukumba sendiri pada cenderung lebih fokus pada migrasi tionghoa.

"Yang menarik, teman-teman seniman yang melakukan residensi pendekatannya seperti teman biasa jadi dapat mengkaji lebih banyak informasi. Dan ini sebenarnya bagian yang paling saya harapkan, kerjanya jadi menyenangkan," ujar Jimpe sapan akrabnya.

Di Bulukumba sendiri, residensi dilakukan Hoo Fan Chon dari Penang, Malaysia bersama Anitha Silvia dari Surabaya. Pelaksanaan kegiatan dengan spirit kolaborasi dari seniman dan komunitas di Bulukumba, Teater Kampong, Sabtu Keren, Ondeway, Kareso Institute, Kampung Kreasi, Forum Anak Bulukumba, Timur Indonesia, Pegiat Literasi Bulukumba, Riuh Project, Kompak Bulukumba. Mitra Budaya dari Pemkab Bulukumba, Wisata Bulukumba, ADWINDO Bulukumba, Asia-Europe, dan Mobility First.

Koordinator MB Bulukumba, Ira Maghfira membeberkan, kegiatan tersebut diisi konten Artist Talk, Pameran Foto, Teater, Pameran Arsip, Tari, Malam Puisi, Pameran Hasil Residensi, Film Screening, Lapak Baca, Bazaar Kuliner, Workshop, traditional badminton Tournament, dan Kopitiam. Kegiatan dibuka untuk pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum dengan harapan dapat menjadi nilai edukasi seni untuk pengunjung.

"Dengan spirit kolaborasi ini, kami berharap kegiatan yang pertama kalinya ditempatkan di Bulukumba ini mendapat tempat di hati masyarakat. Karya-karya seni yang dihasilkan tim dapat memberikan nilai pengetahuan kepada pengunjung," katanya.

Makassar Biennale sendiri dibuka pada Minggu, 1 September lalu dilaksanakan di Gedung Kesenian Makassar. Kegiatan berlangsung hingga 31 Oktober di empat kabupaten kota, Makassar, Parepare, dan Bulukumba serta Tinambung dan Pambusuang di Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat.(A3/Humas)

Artikel Lainnya :

Tutup Festival Pinisi, Gubernur : Sektor Pariwisata Dorong Sektor Lain Ikut Bergerak

  Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah kembali mengunjungi Kabupaten Bulukumba. Kehadiran Gubernur untuk mengikuti seremoni penutupan Festival Pinisi ke 10 yang dipusatkan kawasan wisata pantai Tanjung Bira, Sabtu (14/9) malam. Ribuan...

Yuk Saksikan Makassar Biennale MB- Bulukumba

  Mulai Digelar 16-22 September Usai perhelatan Festival Pinisi nantinya. Warga daerah berjuluk Butta Panrita Lopi ini akan disuguhkan kegiatan seni budaya yang dilaksanakan oleh Makassar Biennale (MB) Capter Bulukumba di Tarungku Toa atau...

Karnaval Pakaian Hitam Tembus 22 Ribu Orang

  Bupati Ajak Mendoakan Prof BJ Habibie Karnaval Pakaian Hitam yang menjadi rangkaian dari Festival Pinisi ke-10 tahun 2019 membludak memenuhi jalan-jalan protokol di Kota Bulukumba. Masyarakat dengan pakaian hitam dengan berbagai varian...

Ribuan orang di Seremoni Pembukaan Festival Pinisi ke 10

  Ribuan orang memadati lapangan Pemuda Kabupaten Bulukumba untuk mengikuti seremoni pembukaan Festival Pinisi ke 10 tahun 2019. Event yang sejak tahun lalu masuk pada 100 Wonderful Events Kementerian Pariwisata RI ini dibuka oleh Koordinator...