PANGDAM VII WIRABUANA KUNJUNGI AMMATOA KAJANG

Mulyadi_ganie , 12 November 2016

Pangdam VII Wirabuana, Meyjen TNI Agus Surya Bakti, tatap muka dengan masyarakat adat Ammatoa Kajang, Kamis 1 September 2016 . Didampingi Komandan Kodim 1411 Bulukumba, Letkol (Arm) Sutikno,  Pangdam VII Wirabuana, Mayjen Surya Bakti, disambut masyarakat Kajang. Pangdam disambut tarian adat Angngaru.
 
Jenderal bintang Dua itu, mengenakan  sarung Kajang  dan passapu, pakaian khas ada Ammatoa Kajang. Pakaian khas Kajang itu wajib dikenakan sebelum masuk ke kawasan adat Ammatoa Kajang.
Camat Kajang Andi Buyung Saputra, yang memasangkan sarung Kajang kepada Pangdam VII Wirabuana.
 
Camat Kajang dalam struktur adat Ammatoa Kajang, bergelar Labbiria. Camat Kajang Andi Buyung Saputra menyambut baik kedatangan  Pangdam VII Wirabuana bersama rombongan. Buyung Saputra , masyarakat Kajang memegang prisip makasemase atau sederhana,  ma'bulo sibatang atau bersatu. 
 
Pemkab sangat berperan penting menjaga kedaulatan Indonesia, khususnya ketentraman masyarakat adat Kajang, dengan tetap menjalankan adat istiadat serta hukum yang dilaksanakan dalam kawasan.
 
" Pasangnga ri kajang (peraturan adat), warna hitam berarti kesederhanaan. Putih , menunjukkan masyarakat menjalankan adat secara kaffah," kata Camat Kajang Andi Buyung.
 
Pangdam VII Wirabuana Mayjen  Agus Surya Bakti, mengaku bangga bisa berkunjung ke kawasan adat Ammatoa Kajang yang merupakan wilayah adat tertua dan masih menjaga kelesterian budaya. 
 
Menurutnya, saat ini, ancaman bukan lagi bersifat militer, namun ancaman berasal dari dalam negeri, dan  tidak ada lagi kesatuan, dan kesamaan cinta indonesia.
 
"Saya salut dengan adat Ammatoa Kajang, yang masih menganut kesederhanaan kebersamaan, menjaga kultur yang saat ini tidak dimiliki masyarakat luar," kata Pangdam VII Wirabuana, Mayjen Agus Surya Bakti.
Mayjen Agus Surya Bakti, mengaku menaruh hormat kepada adat Ammatoa Kajang yang  hingga saat ini masih menjaga nilai -nilai luhur,  hidup rukun di dalam kebersamaan, menyelesaikan masalah secara arif dan bijaksana tanpa melukai hati dan persaaan seseorang. 
 
Pangdam Mayjen Agus Surya Bakti, menambahkan pihaknya siap memberikan bantuan untuk menjaga kelestarian. "kami siap, ada Dandim,  ada Babinsa disini, kami siap membantu," kata Mayjen Agus Surya Bakti.
 
Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto, mengatakan  Pemkab akan terus melindungi masyarakat adat, salah satunya ditetapkanya hutan masyarakat menjadi hutan adat Ammatoa Kajang.  Hutan adat  dikelola sendiri oleh masyarakat adat yang bertujuan menjaga kultur didalamnya.
 
Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto, menegaskan Pemkab akan  terus mengawal, agar adat Ammatoa Kajang dapat menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat.(ochank munir)

Artikel Lainnya :

Menyerap Keluhan Masyarakat Lebih Cepat, Pemkab Terapkan Lapor-SP4N

  Pemerintah Kabupaten Bulukumba saat ini tengah mempersiapkan penerapan Program Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat sebagai Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (Lapor-SP4N). Program ini diperuntukan untuk...

Pemkab Abaikan Tuntutan Penggugat SLB

  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba bertahan tidak akan membayarkan tuntutan ganti rugi sengketa lahan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Bulukumba kepada pengugat. Pemerintah bersedia melakukan ganti rugi jika keluar putusan pengadilan...

Bulukumba Akan Dilewati Pasukan Peleton Beranting Kodam XIV Hasanuddin

Sebanyak dua peleton pasukan tempur Kodam XIV Hasanuddin akan melintasi tujuh kabupaten di wilayah selatan Sulawesi Selatan dengan berjalan kaki, termasuk Kabupaten Bulukumba. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Juang Kartika atau...

Bupati Lepas Atlit Cabang Senam Panjat Tebing dan Atletik

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali melepas para atlit yang akan mengikuti Pra Porda, di ruang rapat Bupati, Rabu (13/12). Para atlit yang dilepas tersebut terdiri dari tiga cabang olahraga yaitu, Senam, Atletik dan Panjat Tebing. Menurut Ketua...