Saksikan Peluncuran Kapal Padewakang

Mulyadi_ganie , 06 November 2019

 

Akan Berlayar dari Bulukumba ke Australia

Mungkin saat ini kebanyakan orang tidak mengenal perahu jenis Padewakang, disebabkan karena perahu tersebut sudah jarang dilihat atau digunakan. Kebanyakan para pengrajin perahu sudah tidak memproduksi lagi Padewakang, padahal perahu tersebut lebih dulu hadir daripada perahu Pinisi.

Sebagaimana disampaikan Tenaga Ahli Kemenko Maritim RI, Dr. Horst H Liebner bahwa Padewakang merupakan kapal tradisional pendahulu Pinisi. Padewakang konon tercatat sebagai nama perahu asal Sulawesi pada akhir abad ke17. Kapal tersebut difungsikan VOC antar surat dan sebagai kapal patroli. Dalam catatan syahbandar VOC kapal itu milik saudagar asal Sulawesi.

 

Perahu Padewakang, kata pria asal Jerman digunakan para pelaut Indonesia dalam mengeksplorasi kawasan Australia pada abad 17-18, termasuk dalam pelayaran historis pencarian teripang. Peristiwa itu kemudian menjadi referensi dalam sejarah hubungan maritim Australia- Indonesia sebelum kedatangan orang Eropa.

Ia menggarisbawahi pentingnya peran pelaut nusantara dalam eksplorasi Australia. Tidak heran, replika perahu itu menjadi salah satu kebanggaan Indonesia yang ditampilkan pada pameran "Europalia, Liege, Belgia" pada 2017 lalu.

"Tujuh puluh tahun sebelum James Cook, pelaut Sulawesi sudah lebih dulu ke Australia. Semua itu tujuannya untuk menyadarkan khayalak Australia bahwa sejarah Australia itu berwarna warni, dan bahwa Islam dan orang Sulawesi punya andil yang cukup besar dalam sejarah itu," ungkapnya.

Olehnya itu pihaknya akan melakukan pelayaran napak tilas Padewakang dari Bulukumba ke Australia pada Desember mendatang. Bertepatan dengan peringatan 250 tahun kedatangan Kapten James Cook di Australia Timur pada 1770 masehi.

Perahu Padewakang itu sendiri sudah selesai dibuat di kawasan pembuatan perahu Tana Beru Kecamatan Bontobahari. Hari Sabtu 9 Nopember mendatang akan dilaksanakan peluncurannya ke laut yang dikenal dengan tradisi Annyorong Lopi.

 

"Tim membuat ulang perahu Padewakang mendasari dua maket perahu koleksi Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang dibuat 1821 serta beberapa lukisan awal abad ke 19, dan juga dari deskripsi mendetail," ungkapnya.

Peluncuran perahu, tambah Horst, dirangkaikan peringatan maulid oleh warga setempat. Salah satu aspek pada pelayaran itu nanti untuk mengenang hubungan Australia-Indonesia yang erat kaitannya dengan Islam. Aboriginal (pribumi Australia) ingin menunjukkan nenek moyangnya punya rekan di Sulawesi, jauh sebelum orang barat menginjak tanah mereka.

Padewakang tanpa mesin itu sendiri akan berangkat menuju Makassar pada 22 November dan 1 Desember berlayar ke Australia. Pelayaran Napak Tilas ini diselenggarakan oleh Yayasan Abu Hanifah Institute, Sydney-Australia sekaligus yang mendanai pembuatan Padewakang.

Pelayaran ini dimaksudkan untuk melestarikan tradisi dan pengetahuan pembuatan perahu yang dimiliki turun temurun, serta menunjukkan peran pelaut Sulawesi Selatan dalam menemukan Australia sekaligus sebagai bentuk diplomasi budaya maritim dan mengangkat nama Indonesia sebagai bangsa pelaut.(A3/Humas)

Artikel Lainnya :

Tinjau Bira dan Mandala Ria, Nurdin Abdullah Bertekad Majukan Wisata Bulukumba

  Hadirnya destinasi wisata andalan berkualitas internasional menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur HM Nurdin Abdullah (NA) dan Wagub Andi Sudirman Sulaiman. Untuk memastikan...

Pelipur Rindu yang Bernama Padewakang “Nur Al-Marege”

  Sekitar 20 orang keturunan Aborigin asal Australia berkunjung ke Bulukumba, tepatnya di Tana Beru Kecamatan Bontobahari. Kedatangannya memiliki tujuan maha penting, mereka ingin membawa “Mosaik” yang mempertemukan leluhurnya...

Pertama Kalinya Ketua DPRD Bulukumba Pimpin Ziarah di TMP Andi Sulthan Daeng Radja

  Hari Pahlawan Pahlawan yang jatuh pada setiap tanggal 10 November kembali diperingati di Kabupaten Bulukumba. Seperti tahun sebelumnya Peringatan Hari Pahlawan yang ke 74 tahun 2019 dilakukan dalam bentuk upacara di Lapangan Pemuda dan...

Membanggakan, Arwis Raih Juara 1 Tenaga Kesehatan Nasional

  Arwis tidak menyangka dirinya adalah salah satu dari 9 orang yang diumumkan untuk menerima penghargaan Tenaga Kesehatan Nasional. Ia mengaku sudah merasa bersyukur bisa menjadi juara di tingkat provinsi dan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti...