Duta Besar Indonesia Untuk UNESCO Kunjungi Bulukumba. Bawa Misi Pinisi Menjadi Warisan Budaya Dunia

Mulyadi_ganie , 08 Agustus 2017

Duta Besar Republik Indonesia Untuk UNESCO (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) Prof Tubagus Ahmad Fauzi Soelaiman mengunjungi Kabupaten Bulukumba, Senin (7/8).

Prof. Tubagus tiba di Bulukumba langsung dijamu oleh Bupati Bulukumba bersama jajaran Pemkab Bulukumba di Rumah Makan Kampung Nelayan Tanaberu Kecamatan Bontobahari untuk makam malam dan ramah tamah.

Kedatangan duta besar yang juga guru besar Institute Teknologi Bandung (ITB) ini, dalam rangka silaturrahim dan memperkenalkan seperti apa yang dia lakukan sebagai Duta Besar RI untuk UNESCO.  

Menurut dia, tugas yang diemban di UNESCO adalah bagaimana mengawal warisan budaya Indonesia yang menjadi nominasi untuk ditetapkan sebagai Cagar Budaya Warisan Dunia. Sejumlah produk budaya yang telah berhasil diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia antara lain, Borobudur, Angklung, Batik, dan Wayang Kulit.

“Intinya keberadaaan kami untuk memperjuangkan karya seni dan budaya Indonesia di dunia internasional” kata Tubagus dalam sambutannya. Ditambahkannya, pihaknya juga telah mengusulkan Pinisi sebagai nominasi untuk menjadi Cagar Budaya Tak Benda (Intangible Cultural Heritage) Warisan Dunia kepada UNESCO.

“Jadi pada tanggal 4-8 Desember 2018 nanti, pihak komite UNESCO akan bersidang di Korea Selatan untuk menetapkan Pinisi sebagai salah satu Cagar Budaya Tak Benda Warisan Dunia.

Dalam kegiatan tersebut kami akan mengundang pihak perwakilan Pemkab Bulukumba untuk hadir menyaksikan penetapan tersebut” ujar Tubagus yang mengaku baru pertama kalinya berkunjung ke Bulukumba.

Namun sebelum sidang UNESCO tersebut digelar, pihaknya juga akan menampilkan beberapa pagelaran seni dan budaya yang bisa mendukung upaya agar Pinisi tersebut dapat diakui dunia. Pagelaran yang dimaksud tersebut akan dilaksanakan sekitar bulan September dan Oktober di kantor pusat UNESCO di Paris Perancis.

“Untuk mengusulkan nominasi cagar budaya Indonesia itu prosesnya lama, memakan waktu sekitar dua tahun lebih. Begitu pula untuk tampil di pagelaran di UNESCO, kita akan bersaing dengan 195 negara, dan setiap negara hanya maksimal bisa menampilkan 2 performence” pinta lelaki berkacamata ini.

Lebih lanjut, dia juga berharap, setelah Pinisi ditetapkan menjadi warisan dunia, pihak Pemkab Bulukumba dapat mengirimkan miniatur Pinisinya untuk dipajang di Markas Besar UNESCO di Paris.

Sementara itu, Bupati Bulukumba A.M Sukri A Sappewali menyambut baik kedatangan Duta Besar RI untuk UNESCO ini. Dikatakannya sebuah kehormatan dan kebanggaan karena Prof Tubagus bisa berkunjung di Bulukumba melihat langsung warisan budaya Pinisi yang ada di Kecamatan Bontobahari.

“Pinisi ini sudah lama dikenal, puncaknya ketika melakukan misi pelayaran ke Vancouver Kanada pada Expo tahun 1986, sehingga kita berharap Pinisi kita betul-betul bisa diakui sebagai warisan budaya dunia” pinta AM Sukri Sappewali.

Pada kesempatan tersebut, selain menyaksikan film dokumenter ritual pembuatan perahu Pinisi, Prof Tubagus juga mendapatkan penjelasan langsung dari tokoh budaya, Arief Saenong yang juga penulis buku tentang Pinisi.(A3)

Artikel Lainnya :

Bupati Bulukumba Hadiri Doa Bersama Lintas Agama yang Digagas Oleh Kodim 1411

Komando Distrik Militer (Kodim) 1411 menggagas doa bersama lintas agama dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 72 yang mengusung tema Murojaah Untuk Indonesia Lebih Kasih Sayang, di halaman Makodim 1411, Kamis (17/8). Acara ini adalah kegiatan...

Malam Resepsi Kenegaraan Bertabur Prestasi dan Hadiah

Malam Resepsi Kenegaraan menjadi acara terakhir dari seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 75 tingkat Kabupaten Bulukumba yang diselenggarakan di rumah jabatan bupati, Kamis malam (17/8). Di acara ini, puluhan hadiah...

Upacara Pemberian Remisi Narapidana Dipimpin Bupati, 207 Narapidana Dapat Remisi di HUT Kemerdekaan RI

Usai Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72 dan Ziarah di Taman Makam Pahlawan, Bupati memimpin Upacara Pemberian Remisi di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Taccorong Kabupaten Bulukumba. Sebanyak 207...

Pementasan Klosal Perjuangan Andi Sulthan Daeng Radja Warnai Peringatan HUT Kemerdekaan RI Tingkat Kabupaten Bulukumba

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan RI yang ke 72 tahun 2017 terasa lebih spesial, karena sebelum upacara dimulai, sanggar seni ternama Teater Kampoeng Bulukumba menampilkan pementasan drama klosal yang menceritakan perjuangan...