Bupati Tudang Sipulung Bersama dengan Tokoh Adat Bulukumpa Rilau Ale

Mulyadi_ganie , 08 Agustus 2017

Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali diundang tudang sipulung oleh Lembaga Adat Bulukumba Toa bersama dengan tokoh dan keturunan adat di Kecamatan Bulukumpa dan Rilau Ale. Tudang Sipulung ini digelar di rumah adat Ballasaraja Tanete Kecamatan Bulukumpa, Selasa (8/8).

Ketua Lembaga Adat Bulukumba Toa Andi Rahmat menyampaikan sengaja mengundang Bupati Bulukumba AM Sukri Sappewali, karena beliau juga adalah keturunan langsung dari eks kerajaan Gantarang.

"Kami merasa sangat dihargai dan dihormati karena bapak Bupati bersedia hadir di Tudang Sipulung ini, bukan hanya karena kapasitasnya sebagai kepala pemerintahan, tapi karena beliau adalah kerabat dari keluarga besar lembaga adat Bulukumba" ujar Andi Rahmat.

Menurut Andi Rahmat, Bupati Bulukumba telah memberikan perhatian yang besar kepada lembaga adat karena telah memberikan bantuan hibah untuk renovasi atau perbaikan rumah adat Ballasaraja sebagai situs kerajaan. Perbaikan yang dimaksudkan adalah penggantian atap rumah dan bagian lain yang sudah rusak.

Salah satu tokoh adat Bulukumpa H. Sangkala menyebut jika tujuan dari Tudang Sipulung tersebut untuk menjalin silaturrahim antara pemerintah dengan para tokoh adat. Menurutnya ada kecenderungan masyarakat sekarang ini tidak peduli lagi terhadap nilai-nilai budaya. Padahal, tambahnya, masih banyak nilai-nilai budaya yang masih relevan untuk memfilter arus budaya global, sehingga penting katanya untuk membangkitkan kembali nilai-nilai budaya tersebut.

"Pertemuan ini juga penting untuk merajut kembali hubungan dengan para keturunan kerajaan yang mungkin sudah tidak saling kenal, padahal masih ada hubungan kerabat" pinta ayahanda dari Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto ini.

AM Sukri Sappewali sangat mengapresiasi Tudang Sipulung tersebut sebagai upaya menjaga hubungan silaturahim dengan para tokoh masyarakat. Dikatakannya menjaga adat budaya adalah bagian dari menghargai para leluhur kita yang telah ikut merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai leluhurnya dan pahlawannya. Saya adalah turunan dari raja. Kemerdekaan bisa direbut oleh karena perjuangan mereka" pinta cucu dari Pahlawan Nasional Haji Andi Sulthan Daeng Radja ini.

AM Sukri juga mengingatkan para tokoh-tokoh adat untuk tidak melupakan rakyat itu sendiri. Keberadaan para tokoh adat ini diharapkan dapat menjadi panutan untuk menjaga stabilitas di tengah-tengah masyarakat. Pada kesempatan tersebut, juga dibacakan sejarah dan asal usul kerajaan di Bulukumba yang dimulai sejak abad ke 14 masehi.(A3)

Artikel Lainnya :

HUT Sulsel, Pegawai Tampak Cantik-cantik dan Gagah-gagah

  SYL Klaim Sulsel Semakin Maju Mandiri dan Modern Momentum upacara peringatan Hari Ulang Tahun Sulawesi Selatan dimanfaatkan para pegawai lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba, instansi vertikal, BUMN, BUMD untuk berbusana cantik dengan...

Besok, PNS Gunakan Pakaian Adat

Berbeda dengan hari biasanya, Kamis besok 19 Oktober ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bulukumba akan ke kantornya dengan menggunakan pakaian adat Sulawesi Selatan. Hal tersebut merupakan intruksi Bupati Bulukumba, A. M. Sukri Sappewali dalam...

Pemkab Bulukumba Siapkan 15 Titik Layanan Internet Gratis

  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) akan menambah titik titik area layanan internet publik gratis yang saat ini hanya ada di area Kantor Bupati dan Lapangan Pemuda. Di penghujung...

Wabup Dialog UKM dengan Gubernur Sulawesi Selatan Melalui Video Konferens

  Produk UKM Dipamerkan di Ruang Pola. Wirausaha baru bentukan Pemerintah Kabupaten Bulukumba, memamerkan ratusan produk rumahan, Senin, 16 Oktober di Ruang Pola Kantor Bupati. Produk rumahan itu dibawa oleh para pelaku Usaha Kecil Menengah...